Siap Maju KLB Asprov PSSI DKI, Agus Salim Ingin Sepakbola Jakarta Naik ke Level Internasional

CEO PT Oval Advertising, Gunawan Agus Salim

NIKEL.CO.ID, 24 November 2022-CEO PT Oval Advertising, Gunawan Agus Salim, telah menyusun langkah-langkah yang diyakini dapat memajukan sepakbola Jakarta.

“Waktu saya membaca berita bahwa pesepak bola DKI gagal berangkat ke PON XX di Papua karena hanya bermain imbang 1-1 melawan Banten, sehingga hasil itu membuat DKI berada di peringkat 2 di Grup A, saya miris. Karena Jakarta ini barometer bagi daerah lain, dan DKI punya banyak pemain sepakbola yang bagus-bagus, tapi kok bisa gagal mengikuti PON XX?” kata Agus Salim di Jakarta, Rabu (23/11/2022), seperti dikutip id-times.

Agus mengakui makin miris ketika melihat bahwa hingga saat ini kepengurusan Asprov PSSI DKI Jakarta masih kosong, karena setelah kepengurusan periode 2018-2022 berakhir pada Februari 2022, belum ada pemilihan lagi.

“Saya ini hobi sepakbola, karena dulu, waktu saya masih kecil, di depan rumah saya ada tanah sengketa yang dibiarkan kosong, dan tanah itu selalu dijadikan untuk bermain sepakbola oleh saya dan teman-teman. Jadi, sebagai pecinta sepakbola, saya ingin dong sepakbola di Jakarta maju dan berprestasi. Bukan seperti yang terlihat seperti sekarang ini,” katanya.

Agus mengakui, karena dikeluarkan dari kontrak tersebut maka dia ingin mencalonkan diri sebagai ketua Asprov PSSI DKI Jakarta.

“Saya ingin menjadikan sepakbola Jakarta sebagai pemimpin di level nasional, dan saya tahu caranya,” tegas dia.

Agus pun membeberkan apa yang akan dia lakukan jika terpilih menjadi ketua Asprov PSSI DKI Jakarta. Pertama, membenahi Asprov DKI, bukan hanya secara struktur organisasi, tetapi juga meningkatkan profesionalismenya.

Kedua, membangun sistem pembinaan dari tingkat RT hingga provinsi. Untuk ini, akan dibangun pula sarana dan prasara penunjangnya, seperti mendirikan sekolah sepakbola gratis bagi anak kurang mampu yang memiliki minat dan bakat untuk menjadi seorang pesepakbola profesional.

Ketiga, menciptakan sistem manajemen yang memenuhi kaidah profesionalisme, yakni transparan, kredibel dan dapat dipertanggung jawabkan. Untuk hal ini, manajemen akan menutup pintu bagi masuknya orang-orang berstatus titipan.

Keempat, tidak diterbitkannya PSSI dibawa-bawa ke ranah politik, karena dapat mengganggu iklim dan budaya dalam organisasi. Kelima, mengangkat Sekjen dari kalangan militer.

“Memanajemeni suporter agar menjadi suporter yang elegan dan disiplin tinggi. Manajemen ini dilakukan mulai dari level RT, dan memberlakukan sistem reward bagi suporter yang dinilai layak diapresiasi karena perilaku dan semangat serta perjuangannya dalam mendukung tim sepakbola Jakarta,” lanjutnya.

Agus mengatakan, di negara-negara maju seperti di Amerika Serikat misalnya, seorang presiden dipilih dari kalangan yang telah memiliki ekonomi yang kuat dan mapan, karena orang-orang seperti ini tidak lagi dipusingkan dengan materi, sehingga dapat fokus pada tugas yang diemban. Orang-orang seperti ini biasanya dari kalangan pengusaha.

Selain itu, seorang pengusaha yang memiliki jaringan luas dan memiliki hubungan baik dengan banyak mitra, sehingga dapat berkolaborasi dengan jaringan dan mitra-mitranya tersebut.

Agus mengatakan bahwa jika dirinya memimpin Asprov PSSI DKI Jakarta, dia bahkan tidak akan memusingkan meski anggaran yang terisolasi dari APBD/APBN kurang mencukupi, karena dia dapat menggunakan jaringan dan mitranya untuk membantu memajukan sepakbola di Jakarta.

“Pengusaha-pengusaha itu punya banyak produk. Ketika dia bekerja sama dengan PSSI, maka kerjasama itu bisa menjadi promosi untuknya. Perusahaan-perusahaan milik pengusaha itu juga punya dana CSR (corporate social responsibility). Mereka pasti tidak keberatan jika sebagian dari dana itu dilokasikan untuk sepakbola,” katanya.

Agus mengatakan, dia siap berkontestasi dalam kongres luar biasa (KLB) Asprov PSSI DKI Jakarta.

“Karena saya benar-benar ingin sepakbola Jakarta menjadi tak hanya mampu berbicara di level nasional, tetapi juga di level internasional. Itu impian saya dari dulu,” katanya.

Seperti diketahui, kepengurusan Asprov PSSI DKI Jakarta periode 2018-2022 yang dipimpin Uden Kusuma Wijaya telah berakhir pada tanggal 22 Februari 2022, dan hingga kini belum ada kongres untuk memilih ketua Asprov yang baru.

Ketua Jabatan Asprov PSSI DKI Jakarta sempat diisi oleh anggota Exco PSSI yang juga mantan manajer Madura United, Haruna Soemitro, dengan posisi sebagai pelaksana tugas (Plt), namun Haruna cedera pada 17 Oktober lalu, kurang dari sebulan sebelum PSSI DKI menjadwalkan akan menyelenggarakan KLB pada tanggal 12 November 2022.

Namun, sayangnya, KLB itu batal diselenggarakan.

Kosongnya kepengurusan di PSSI DKI ini tentu berpengaruh pada pelatih atlet, sementara penyelenggaraan PON XIX di Aceh dan Sumut pada tahun 2024 sudah semakin dekat.

Informasi terakhir yang diperoleh menyebutkan, KLB akan diselenggarakan pada 16 Februari 2023, sesuai arah FIFA lewat surat balasan kepada PSSI.

PSSI pun sudah mengabarkan soal keputusan tanggal KLB PSSI ini kepada pemilih (pemilik suara). Rief

Pos terkait