LBH Street Lawyer Meminta Polisi: TANGKAP TERSANGKA ADE ARMANDO

4 Min Read

Jakarta, Visioneernews.id – Tim Advokasi LBH Street Lawyer Sumadi Atmadja,S.H menyampaikan dalam keterangan Press Realesnya dijakarta,Rabu (13/04/2022).

“Sehubungan dengan Putusan Pra Peradilan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yang dalam putusannya membatalkan penerbitan Surat Penghentian Penyidikan (SP3) yang dikeluarkan oleh pihak Polda Metro Jaya dan kini menetapkan kembali Ade Armando sebagai TERSANGKA sebagaimana Putusan Nomor : 84/Pid.Pra/2017/PN jkt.Sel, tanggal 04 September 2017, dengan ini LBH Street Lawyer menyampaikan hal – hal tentang laporan Ade Armando.

Jelas Sumadi, Bahwa pada tanggal 23 Mei 2015 Ade Armando dilaporkan oleh klien kami karena diduga melakukan tindak pidana Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik dan/atau penistaan agama sebagaimana laporan polisi nomor: TBL/1990/V/2015/PMJ/Dit Reskrimsus, tanggal 23 Mei 2015;

Namun, Setelah hampir 2 (dua) tahun dari laporan tersebut, Polda Metro Jaya menetapkan terlapor Ade Armando sebagai Tersangka, akan tetapi kemudian pihak Polda Metro Jaya menganulirnya dengan menerbitkan (SP3) melalui surat penghentian Nomor : SPPP/22/II/2017/Dit Reskrimsus dan surat ketetapan nomor: S.Tap/22/II/2017 Dit Reskrimsus Tentang Ketetapan Penghentian Penyidikan, tanggal 01 Februari 2017,”kata Sumadi.

Selanjutnya, Keberatan atas penerbitan SP3 tersebut,”Diajukan Pra Peradilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yang dalam putusannya membatalkan penerbitan SP3 yang dikeluarkan oleh Polda Metro Jaya sebagaimana Putusan Nomor : 84/Pid.Pra/2017/PN jkt.Sel, tanggal 04 September 2017. Konsekuensi dari pembatalan SP3 tersebut, maka status Ade Armando kembali menjadi TERSANGKA,”tegas Sumadi.

Akan tetapi sampai dengan tahun 2022 yang hampir 5 (lima) tahun tidak jelas perkembangannya. Malah Ade Armando semakin menjadi-jadi memposting hal-hal yang kontroversial yang beresiko memecah belah bangsa ini,

Kemudian,Tim Advokasi LBH Street Lawyer meminta kepada pihak Polda Metro Jaya untuk segera menahan tersangka Ade Armando, dengan dasar sebagaimana diatur dalam Pasal 21 ayat (1) dan 21 ayat (4) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), karena yang bersangkutan telah berulangkali mengulangi membuat pernyataan dan status-status di media sosial yang berpotensi memecah belah NKRI,”kata Sumadi.

Namun, dikhawatirkan Ade Armando akan melarikan diri serta merusak atau menghilangkan barang bukti, selain itu Ade Armando juga diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih, sehingga patut bagi pihak Kepolisan untuk menggunakan kewenangannya menahan Ade Armando sesuai alasan subjektif dan objektif;

Sumadi juga menjelaskan, perlakuan Polda Metro Jaya terhadap Ade Armando sebagai Tersangka sejak 04 September 2017 sangat berbeda dan berbanding seratus delapan puluh derajat dengan perlakuan terhadap para pelaku yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap Ade Armando, karna Polda Metro Jaya langsung menangkap dan memproses para pelaku dengan cepat, apabila memang hal ini disengaja dan ada diskriminasi dalam penanganan kasus kami sebagai anak bangsa tidak bisa berharap lagi terhadap Polri dalam hal ini Polda Metro Jaya, namun apabila ada niatan baik Polda Metro Jaya untuk segera menangkap dan menahan Tersangka Ade Armando kami akan sangat mengapresiasi dan mendorong langkah Polda Metro Jaya tersebut,”tegas Sumadi.

Mengingat masih dalam bulan suci Ramadan, akan baik nantinya Ade Armando dan Para Pelaku yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap Ade Armando bisa saling bermaaf-maafan di dalam tahanan Polda Metro Jaya,”pungkas Sumadi.

(Red/Dion)

TAGGED:
Share This Article