Kuasa Hukum: Teddy Tidak Berperan dalam Putar-Putar Uang

2 Min Read

VISIONEERNEWS.ID, 25 Mei 2022-Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menggelar Persidangan Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan terdakwa Teddy Tjokrosapoetro. Agenda persidangan adalah pemeriksaan lima orang saksi masing-masing pihak bank, KSEI, dan BEI oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam persidangan hari ini, saksi Yulia Asnita yang merupakan Regional Support China Construction Bank Indonesia menjelaskan mengenai adanya aliran dana dari PT Fajarindah Megah Perkasa kepada Hokindo dan anak-anak perusahaanya pada 2014, terhitung sejak dilakukan pembukaan rekening di PT Hokindo Mediatama yang dilakukan pada 19 November 2014 dan PT Rimo International Lestari, Tbk. pada 30 Januari 2015.

Saksi Yulia juga mengungkapkan mengenai adanya putar-putar uang guna pembelian saham milik Benny Tjokro di sekitaran akhir November 2014, dimana fakta persidangan menyebutkan adanya putaran uang tersebut dilakukan kepada PT Hokindo Mediatama menggunakan cek yang ditandantangani oleh Benny Tjokro.

Menanggapi keterangan saksi ini, Kuasa Hukum Teddy, yakni Genesius Anugerah menyampaikan fakta terkait legal standing Teddy di Hokindo dan Rimo.

Genesius menjelaskan mengenai peran Teddy yang menjabat menjadi Direktur pada 2015, sementara putar-putar uang tersebut dilakukan pada akhir 2014, sehingga kliennya itu tidak tahu menahu mengenai transaksi putar-putar yang dituduhkan.

Di sisi lain, kata Genesius, Hokindo dan Rimo sendiri memiliki shareholders dan pengurus perseroan yang tidak seenaknya diintervensi.

“Teddy menjabat menjadi Direktur di Hokindo pada 2015 dan di Rimo pada 2017, sehingga tidak mengetahui putar-putar uang seperti yang disangkakan di persidangan,” jelas Genesius melalui WhatsApp.

Ia menegaskan, melihat duduknya Teddy menjadi Direktur di Hokindo dan di Rimo, maka jelas bahwa Teddy tidak berperan dalam terjadinya putar-putar uang tersebut. (VN)

Share This Article